MENERBITKAN BUKU DARI SEBUAH KARYA ILMIAH

 

 

Judul                     : Menerbitkan Buku Dari Sebuah Karya Ilmiah

Hari                        : Senin, 16 Januari 2023

Narasumber           : Eko Daryono, S.Pd

Moderator              : Nur Dwi Yanti, S.Pd

 

Pertemuan ke empat dari sebuah KBMN merupakan pertemuan yang sungguh sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta, kenapa tidak karena pertemuan kali temanya sangat “menggugah gairah” bagi para penggeliat tulisan karena sangat keren dan sangat oenting yaitu “Menulis Buku Dari Karya Ilmiah”.  Narasumber yang menyampaikan adalah bapak Eko Daryono, S.Pd atau biasa dikenal dengan sapaan Mr. Yons.

Mr. Yons menyampaikan bahwa KTI adalah suatu karya tulis ilmiah. KTI dalam peraturan kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 tulisan hasil Litbang dan tinjauan, ulasan, kajian dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah il miah.

Secara umum KTI ada 2, yaitu :

1.       KTI non  buku adalah KTI bidang akademis untuk mendapatkan pada tugas akhir, skripsi, tesis dan Disertasi.

KTI yang merupakan hasil dari suatu penelitian meliputi PTK, Best practise, makalah, artikel, jurnal KTI berupa ulasan atau resensi.

2.       KTI Buku merupakan buku bahan ajar yang meliputi diktat, modul, buku ajar, buku referensi.

Buku pengayaan meliputi monografi, buku teks, buku panduan.

Buku kompilasi meliputi bunga rampai dan prosiding.

 

Struktur cara penulisan KTI adalah sebagai berikut:

Halaman Awal

Bagian Isi

BAB  I Pendahuluan

A.      Latar Belakang Masalah

B.      Hasil Penelitian

C.      Manfaat Penelitian

BAB II Kajian Teoretis

A.      Kajian Pustaka

B.      Hasil penelitian Yang relevan

C.      Kerangka Pemikiran

D.      Hipotesisi

BAB III Metode Penelitian

A.      Jenis Penelitian

B.      Tempat dan Waktu Penelitian

C.      Subjek Penelitian

D.      Data dan Sumber Data

E.       Teknik Validasi Data

F.       Teknik Pengumpulan Data

G.     Teknik analisis data

BAB IV Hasil Penelitian Dan pembahasan

A.      Deskripsi Objek Penelitian

B.      Hasil Penelitian Dan Analisis Data

C.      Pembahasan

BAB V Penutup

A.      Simpulan

B.      Saran

C.      Halaman akhir (Daftar Pustaka, lampiran-lampiran

Struktur diatas umumnya umumnya dijadika sebagai standarr dalam menyusun bab dalam KTI meskipun untuk KTI sejenis skripsi, tesis, disertasi mauopun tugas terakhir. Akan tetapi untuk isis tidak ada perbedaan dengan isi buku  mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI.

Adapun cara mengkonversikan KTI menjadi buku antara lain:

*Memodifikasi judul

* Memodifikasi sistematika dan gaya penulisan

* Modifikasi Bab I

Bab I yang biasanya pendahukuan diperbolehkan untuk tetap mempertahankan judulnya dengan PENDAHULUAN, boleh PEMBUKA atau kata lainyang menggambarkan kemenarikan buku.

*Modifikasi Bab II

* Modifikasi Bab III. Substansi bab 3 sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya.

Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Benar-benar menghilangkan bab III, menginclude bab 3 di bab 2 atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan. Menghilangkan bab 3 maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya. Menginclude bab 3 di bab 2 maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3. Menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan maksudnya menyampaikan substansi isi bab 3 sebagai awal pembahasan. Namun narasi tersebut butuh kehati-hatian. Jika untuk kepentingan kenaikan pangkat bagi guru ASN, maka narasi tersebut perlu dipertimbangkan untuk dicantumkan

*Modifikasi Bab IV. Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV

Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung. Misalnya saya pernah mengedit buku hasil lomba Dharma Wanita SMK se Provinsi Jawa Timur. Foto-fotonya full karena memang berisi cara membuat kerajinan, makanan

*Modifikasi Bab V

Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul PENUTUP. Judul tersebut dapat dipertahankan. Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.

*Modifikasi Lampiran Lampiran yang disertakan hanyalah instrument penelitian atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah.

 

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku

 Pertama, keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan Plagiat tidak dibenarkan terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri. Kalau karya seperti skripsi, tesis apalagi desertasi akan langsung ketahuan jika plagiat karena sudah ada generate machine untuk pengecekannya

 Kedua , menghindari kompilasi yang terlalu banyak.

Include saja pendapat pada ahli yang mendukung substansi ini, sisanya mengembangkan dengan analisis dari sudut pandang penulis

 Ketiga memilah dan memilih data yang dipublikasikan. Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis

 Keempat, modifikasi bahasa buku

Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut. Termasuk menyebutkan kata penelitian ini, peneliti, bahkan penulis

 Kelima, hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

 Keenam, wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.

Ketujuh, memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB. Misal dari contoh ini, langkah-langkah tindakan saya include di Bab V dengan sub Tahapan Penerapan Every One is Teacher Here Menggunakan Model Tindakan Kelas. Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV. Dalam contoh yang saya berikan, Bab VI STRATEGI TIM QUIZ DALAM PEMBELAJARAN TIK

Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung. Misalnya saya pernah mengedit buku hasil lomba Dharma Wanita SMK se Provinsi Jawa Timur. Foto-fotonya full karena memang berisi cara membuat kerajinan, makanan.












Pertemuan yang luar biasa, yang isinya merupakan “santan yang sangat kental sekali dari sebuah kelapa”. Terimakasih atas ilmunya Mr. Yons.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini