BLOG SEBAGAI MEDIA DOKUMENTASI REFLEKSI DIRI SISWA

 

Judul                           : Blog Sebagai Media Dokumentasi Refleksi Diri Siswa

Pertemuan ke            : 29

Tanggal                     : 15 Maret 2023

Narasumber              : Bambang Purwanto, S.Kom.,Gr.

Moderator                 : Gina Dwi Septiani, S.Pd., M.Pd.

 

 

Semakin dekat dengan kegiatan KBMN , ternyata semakin luar biasa materinya. Malam ini bertemu dengan narasumber yang sungguh luar biasa yaitu bapak Bambang Purwanto, S.Kom.Gr. Beliau akan mengupas secara mendalam tentang blog sebagai media dokumentasi refleksi diri siswa.

Teknologi itu hanyalah alat. Tujuannya untuk membuat anak-anak bisa bekerja sama dan memotivasi mereka, anda – sebagai guru –tetap yang paling penting.

Setujukah anda semua dengan quote tersebut?

Orang sesukses dan secanggih Bill Gates menyatakan bahwa guru lah yang utama. Jika kita memanfaatkan teknologi untuk media pembelajaran, itu hanyalah alat. Maka, sebuah media, secanggih apapun , guru adalah content creator terbaik yang paling mengerti apa yang dibutuhkan oleh murid-muridnya. 

Blog sebagai salah satu layanan aplikasi dari internet dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa sebagai sumber belajar yang tidak terbatas. Guru dapat mengunggah semua informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang diajarkan dengan menambahkan multimedia (gambar, animasi, efek suara dan video) agar menarik dan lebih mudah dipelajari. Dilihat dari sisi siswa, siswa dapat mengunduh informasi yang sesuai dengan topik dan tujuan yang diinginkan. Penggunaan blog sebagai media pembelajaran sekaligus sebagai rfleksi pembelajaran siswa paling tidak akan mengubah cara belajar dan teknik pembelajaran agar tidak monoton sehingga dapat memotivasi siswa dalam mempelajari sesuatu.

Untuk menjadikan blog sebagai media refleksi pembelajarn siswa di sekolah perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, guru haruslah memiliki blog terlebih dahulu. Selanjutnya, guru bisa mengisi blog dengan berbagai tulisan materi pembelajaran dan menamainnya atau memberi label di blog. Untuk guru bahasa Indonesia kelas X, misalnya dengan label teks anekdot, teks eksposisi, teks laporan hasil observasi, teks prosedur, tugas, remidi, dan sebagainya sesuai kebutuhan.

Kedua, mengajak siswa untuk membuat blog. Apabila siswa sudah memiliki blog, guru tinggal memberdayakan guna keperluan pembelajaran. Guru dituntut aktif membangkitkan siswa mau mengisi blognya. Untuk tahap awal, biarlah siswa mengisi blognya dengan tulisan apa saja yang siswa senangi. Blog siswa yang sudah ada ini harus didata oleh guru untuk keperluan pengecekan dan penilaian.

Ketiga, setelah siswa terbiasa dengan blog, guru mulai menugasi siswa sesuai dengan materi pembelajaran yang diajarkan. Misalnya, materi teks anekdot. Guru terlebih dahulu sudah menulis teks anekdot di blog guru. Ini perlu dilakukan untuk memotivasi siswa bahwa gurunya tidak sekadar memerintah. Guru memang harus berani tampil sebagai contoh. Setelah itu, guru menugasi siswa untuk menulis teks anekdot di blog siswa. Guru bisa menugasi siswa lain untuk saling memberikan komentar di blog siswa. Bisa juga guru langsung memberikan komentar di blog siswa. Hal ini tentu sangat bergantung kepada keperluannya.

 Ke empat, penilaian tugas siswa di blog. Penilaian karya siswa di blog dapat dilakukan guru sesuai dengan tugas pembelajaran yang diberikan. Di sini guru tinggal membuka blog siswa sesuai dengan data blog siswa yang dipunyainya. Guru akan lebih diuntungkan karena tidak dibatasi ruang dan waktu. Hal itu dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

Pada kegiatan refleksi pembelajaran merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang mengharuskan Peserta Didik untuk memberikan umpan balik secara lisan dan tertulis kepada Guru di dalam kelas Kegiatan refleksi menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan Peserta Didik untuk mengekspresikan kesan mereka secara konstruktif dan eksploratif dengan menyampaikan kelebihan dan kelemahan selama proses pembelajaran berlangsung. Dari refleksi pembelajaran tersebut, Guru dapat melihat seberapa jauh pencapaian kegiatan pembelajaran dan kemampuan Peserta Didik dalam menulis ataupun mengucapkan kalimat menggunakan Bahasa Inggris. Hal tersebut juga dapat melatih kepercayaan diri Peserta Didik untuk mengungkapkan kesan, pesan, dan pendapat untuk memperbaiki kegiatan belajar sesuai dengan minat yang mereka inginkan.

 

Berikut ini merupakan tujuan dari penulisan refleksi pembelajaran, yaitu:

·         Mengidentifikasi dan mengevaluasi penguasaan kelas dan penyampaian materi dari Guru;

·         Mengetahui kebutuhan Peserta Didik agar Guru dapat memperbaiki rancangan pembelajaran yang lebih interaktif dan kreatif sehingga pembelajaran berikutnya bisa berlangsung lebih efektif;

·         Melakukan evaluasi penerapan metode pembelajaran terhadap tingkat keberhasilan yang telah dilakukan oleh Guru.

 

Refleksi Pembelajaran memberikan manfaat bagi Guru, antara lain:

 (1) Aktivitas refleksi berguna sebagai peninjauan pada kelas atau sebuah kelompok

(2) Refleksi pembelajaran dapat berguna untuk melihat situasi dan kondisi di dalam kelas

 (3) Guru dapat memanfaatkan refleksi pembelajaran untuk mengulas apa yang terjadi pada Peserta Didik dan masalah yang mereka temui ketika mempelajari Bahasa Inggris

 (4) Guru dapat memaksimalkan potensi setiap Peserta Didik dalam melatih kemampuan menulis dan berbicara dalam Bahasa Inggris

(5) Guru dapat memetakan karakter dan daya tangkap Peserta Didik yang akan berguna untuk memudahkan dalam pemberian materi dan pembagian kelompok belajar.

 

Sedangkan bagi Peserta Didik, Refleksi Pembelajaran bermanfaat untuk:

(1) Dapat menilai baik atau tidaknya pembelajaran yang telah berlangsung

(2) Peserta Didik dapat menyalurkan ekspresi positif terhadap Guru yang berkaitan dengan proses belajar mengajar

(3) Peserta Didik dapat memanfaatkan refleksi untuk menuliskan kesulitan dan saran meode pembelajaran yang mereka minati untuk melatih kemampuan berbahasa  mereka.

 

Dengan adanya kecanggihan blog, sangat membentu memperlanjar proses refleksi dalam pembelajarn yang dilakukan oleh siswa, karena siswa akan lebih leluasa untuk memberikan umpan balik demi suksenya suatu pembelajarn suatu mata pelajaran yang ada diampu oleh seorang guru.

 

Demikian pertemuan KBMN yang ke 29 yang sangat luar biasa

Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Salam literasi


Komentar

Postingan populer dari blog ini